Nono(t) Atoin Meto

- Editor

Rabu, 26 Februari 2020 - 11:01 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Nono (t) Atoin Meto, Adat Istiadat / Nono Secara etimologis Nono berarti tali hutan. Secara realis Nono direpresentasikan dengan sebuah batu ceper dililit dengan sebuah tali hutan yang diletakan di kaki tiang agung rumah adat atau lumbung suku atau marga (kanaf) ninu dan juga barang-barang lain yang disimpan bersama dengan dengan batu itu yang dianggap keramat/ memiliki kekuatan tertentu.

Atoni pah meto – Fatukopa – TTS – NTT

Tanda ini merupakan simbol kesatuan seluruh anggota suku marga (Kanaf) yang mengatur tentang pola dalam perilaku terutama tentang fase kelahiran, perkawinan, kematian.

Hal inilah yang disebut dengan nono/norma, dan bila ada pelanggaran terhadapnya maka ada sanksi yang tergolong berat (opte ma’fena).   

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari apa yang telah penulis uraikan di atas, maka jelas bahwa penulis tidak sedang apatis terhadap adat istiadat  khususnya adat istiadat Timor   akan tetapi, penulis mau menunjukkan bahwa, sebagai orang Kristen yang telah menjadi percaya kepada Tuhan Yesus maka identitasnya adalah sebagai anak Tuhan yang hidup seturut dengan kehendak Tuhan dan memandang segala sesuatunya dari perspektif Tuhan.

Beberapa point penulis sampaikan sebagai kesimpulan akhir:  

Setiap orang  masyarakat Timor   harus menghargai adat istiadat yang telah ada

Masyarakat Timor yang telah menjadi Kristen, seyogyanya menilai dan mempraktikan adat istiadat dengan takut akan Tuhan dan memuliakan Tuhan di dalamnya

Sebagai orang Kristen, maka kebenaran firman Tuhan harus di atas segalanya, termasuk adat istiadat

Adat istiadatlah yang seharusnya disesuaikan dengan standart Alkitab, bukan Alkitab yang disesuaikan dengan standart adat istiadat. Artinya:

a) Alkitab dipandang dan diposisiskan lebih tinggi dari adat istiadat b)     Kebenaran adat disaring dengan kebenaran Alkitab; jika adat itu tidak bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan, silakan dikembangkan, dilestarikan dan dipraktikan, akan tetapi jika adat itu bertetangan dengan kebenaran firman Tuhan, maka sebagai orang Kristen seyogyanya menjauhkan adat itu. c). Adat dipandang lebih rendah dari kebenaan firman Tuhan Kiranya dalam hidup masyarakat Timor khususnya dan masyrakat pada umumnya yang telah menjadi percaya kepada Tuhan Yesus, hendaklah memiliki identitas diri di dalam Yesus Kristus, dan hendaklah menempatkan Kristus dan firman-Nya di atas segalanya, dan hendaklah memandang, mempraktikan, melestarikan, mengembangkan dan menghargai segala sesuatunya, termasuk adat istiadat dari perspektif Kristus

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asal Usul Nama NUAT TAUS
Asal-usul Nama Barate
Kesiapan Festival Budaya Melas/Larik Riung dan Sagi So’a Capai 90%
Perempuan Mollo, Adat, dan Spiritualitas Maria
Tiga hari di Nusa Bungtilu, BOABLINGIN! (1)
The Name of Mount Sunu
Leksikografi Bahasa Dawan Dialek Amnatun Selatan
Kisah Berakhirnya Kekuasaan Raja Sonbai Kedelapan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 September 2025 - 07:23 WITA

Asal Usul Nama NUAT TAUS

Selasa, 16 September 2025 - 02:47 WITA

Asal-usul Nama Barate

Senin, 25 Agustus 2025 - 21:59 WITA

Kesiapan Festival Budaya Melas/Larik Riung dan Sagi So’a Capai 90%

Rabu, 6 Agustus 2025 - 09:26 WITA

Perempuan Mollo, Adat, dan Spiritualitas Maria

Senin, 1 Mei 2023 - 12:09 WITA

Tiga hari di Nusa Bungtilu, BOABLINGIN! (1)

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:10 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:58 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version