Kotbah Katolik Minggu 31 Juli 2022

- Editor

Sabtu, 30 Juli 2022 - 11:19 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kotbah Katolik Minggu Biasa XVIII, Paroki Sta. Helena Camplong.

Oleh RD. CHRIS TAUS

Harta kekayaan dalam bentuk apapun adalah pemberian, berkat anugerah dari Tuhan yang harus kita terima dengan penuh rasa syukur.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

MURAH! Hubungi 08113810024

Karena Tuhan memberi harta kekayaan ini untuk hidup, Maka hendaknya kita pergunakan harta kekayaan ini untuk mendekatkan kita dengan Tuhan yakni masuk kerajaan surga dan memperoleh hidup yang kekal.

Yesus ingatkan kita akan bahaya dari harta kekayaan adalah : KETAMAKAN.

Berjaga-jaga dan waspadalah terhadap segala ketamakan.

Mengapa? Karena ketamakan membuat manusia egois, dan egoisme mendatangkan dosa, sebab egoisme sangat bertentangan dengan hukum CINTAKASIH yang Yesus ajarkan.

Sisi lain, ketamakan juga menggerakan NAFSU UNTUK MEMILIKI, sehigga manusia dengan berbagai cara yang tidak halal untuk mendapatkannya, seperti : korupsi, kolusi, menindas dan merampok.

Ketamakan juga menutup mata dan hati manusia untuk melihat keindahan dari harta surgawi.

Maka ketamakan menghalangi orang untuk masuk Kerajaan Surga dan memperoleh hidup yg kekal.

Yesus berbicara tentang bahaya ketamakan dalam perumpamaan tentang ORANG KAYA YG BODOH, yang menimbun harta duniawi, tetapi mati sia-sia di tengah timbunan harta kekayaannya.

Betapa bodohnya org kaya ini. Perumpamaan ini Yesus sampaikan ketika Yesus diminta untuk menjadi perantara bagi 2 orang bersaudara yang bertengkar dalam membagi warisan.

Yesus menolak karena Yesus tahu bahaya dari harta kekayaan yangg dapat merusak persaudaraan seperti : Kebencian, permusuhan, iri hati dan dengki dan balas dendam.

Maka Yesus nengingatkan murid-murudNya agar mereka waspada terhadap bahaya dari ketamakan.

Inti dari perumpamaan orang kaya yang bodoh adalah : apa yang nampaknya bijaksana di mata manusia ternyata menjadi satu kebodohan di mata Allah.

Karena itu hendaknya kita selalu ingat akan pesan Yesus ini

:Pertama : bekerja BUKAN UNTUK MAKANAN YG DAPAT BINASA, melainkan untuk makanan yg tahan untuk hidup yang kekal.

Kedua : Carilah dahulu kerajaan Allah, maka semua yang lain akan ditambahkan kepadamu. Agar meski kita miskin harta tetapi kita kaya di hadapan Allah.

Syukur kalau kita kaya harta dunia sekaligus kita kaya di hadapan Allah.

Semoga..Amen

Mggu Biasa 18

Pengkotbah,1,2,2,21-23

Luk,12,13-21

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita
Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari
Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:01 WITA

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:11 WITA

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:54 WITA

Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup

Sabtu, 8 Agu 2026 - 06:01 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version