Farisi vs Pemungut Cukai: Siapa yang Doanya Diterima?”

“Belajar Rendah Hati dalam Doa: Dari Farisi dan Pemungut Cukai”

- Editor

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 00:17 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Kotbah Minggu Biasa XXX, Oleh Rm. Chris Taus, Pr
(Sirakh 35:12-14,16-18 | Lukas 18:9-14)

Sudah dua minggu berturut-turut, Yesus terus mengajarkan dan mengingatkan kita tentang pentingnya berdoa.
Doa adalah napas hidup dan sumber kekuatan bagi seluruh karya Yesus. Hidup dan karya-Nya tidak dapat dipisahkan dari doa.

Itulah sebabnya, di tengah kesibukan-Nya setiap hari, Yesus selalu menyempatkan diri untuk mencari tempat yang sunyi guna berdoa — kadang sendirian, kadang bersama murid-murid-Nya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puncak doa Yesus tampak jelas di Taman Getsemani. Di sana, Ia berdoa dengan begitu mendalam hingga peluh-Nya seperti tetesan darah. Itulah momen ketika Yesus memulai penderitaan-Nya, dan melalui doa itu pula keselamatan kita dimulai.

Yesus bukan hanya mengajarkan kita untuk berdoa, tetapi juga meneguhkannya dengan teladan nyata. Karena pentingnya doa, Yesus terus mengingatkan para murid-Nya — dan juga kita, para pengikut-Nya — agar menjadi orang-orang pendoa.

Beberapa pengajaran Yesus tentang doa antara lain:

Ia mengajarkan Doa Bapa Kami, doa yang paling sempurna.

Ia mengingatkan agar kita berdoa di tempat tersembunyi, karena Bapa yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya.

Ia menasihati agar kita berdoa tanpa henti dan tidak jemu-jemu (Injil minggu lalu).

Dan dalam Injil minggu ini, Yesus mengajarkan tentang sikap hati dan batin yang benar ketika berdoa, melalui perumpamaan orang Farisi dan pemungut cukai yang sama-sama berdoa di Bait Allah.

Orang Farisi dikenal sebagai ahli agama yang sangat paham ajaran doa.
Sedangkan pemungut cukai dianggap pendosa publik, dijauhi dan direndahkan masyarakat.

Doa orang Farisi berbunyi:

“Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu karena aku tidak sama seperti orang lain — bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, dan bukan seperti pemungut cukai ini. Aku berpuasa dua kali seminggu dan memberikan sepersepuluh dari penghasilanku.”

Secara kata-kata, doa ini tampak baik. Namun di baliknya tersembunyi kesombongan dan sikap menghakimi orang lain.

Sementara itu, pemungut cukai hanya berdiri jauh-jauh, tidak berani menengadah, sambil menundukkan kepala dan berdoa dengan penuh penyesalan:

“Ya Allah, kasihanilah aku, orang berdosa ini.”

Yesus menegaskan bahwa pemungut cukai inilah yang pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan oleh Allah, bukan orang Farisi.

Kitab Putra Sirakh juga menegaskan bahwa Allah adalah Hakim yang adil. Ia mendengarkan doa semua orang, terutama doa mereka yang tertindas, yatim piatu, janda, dan orang miskin.

“Doa orang miskin menembus awan.”

Pesan Iman

Sebagai pengikut Kristus, marilah kita menjadi pribadi yang pendoa.
Jangan biarkan satu hari pun berlalu tanpa doa, terutama Doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus sendiri.

Ketika kita berdoa dengan hati yang rendah, menundukkan kepala, dan mengakui diri sebagai orang berdosa, kita membuka hati bagi belas kasih dan pengampunan Allah.

Seperti pemungut cukai, mari kita berdoa dengan tulus:

“Ya Allah, kasihanilah aku, orang berdosa ini.”
Amin.

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ekaristi Kudus: Roti Hidup Penjamin Kehidupan Kekal
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Misteri Kasih Allah dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta
Pesan Paus Leo XIV Untuk Hari Komsos Sedunia ke-60
Bahasa, Doa, dan Komunikasi: Jalan Menuju Persatuan dalam Kristus
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:34 WITA

Ekaristi Kudus: Roti Hidup Penjamin Kehidupan Kekal

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:30 WITA

Misteri Kasih Allah dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:11 WITA

Dari Loh Batu ke Hati Manusia: Karya Roh Kudus di Hari Pentekosta

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Ekaristi Kudus: Roti Hidup Penjamin Kehidupan Kekal

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:34 WITA

INSPIRASI

Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia

Senin, 1 Jun 2026 - 10:47 WITA

INSPIRASI

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Senin, 1 Jun 2026 - 08:49 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Misteri Kasih Allah dalam Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:30 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version