SMA di Kabupaten Kupang Bangun Optimisme Tingkatkan Hasil TKA 2026

TKA 2026 Digelar Serentak, Kabupaten Kupang Optimistis Tingkatkan Kompetensi Siswa

- Editor

Minggu, 1 November 2026 - 18:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Swastisari Yuliarti Oematan - Kepala SMAN 2 Kupang Barat

Swastisari Yuliarti Oematan - Kepala SMAN 2 Kupang Barat

KUPANG BARAT – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 berlangsung pada 26–29 Oktober 2026 (Gelombang 1) dan 2-5 November 2026 (Gelombang II). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi satuan pendidikan jenjang SMA dan SMK di Indonesia, termasuk SMAN 2 Kupang Barat, untuk mengevaluasi capaian akademik peserta didik dan mendorong peningkatan mutu pendidikan.

Di Kabupaten Kupang, persiapan TKA dilakukan melalui kolaborasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMA Kabupaten Kupang. Penguatan kompetensi guru mata pelajaran wajib TKA, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, dilaksanakan melalui Workshop 1 dan Workshop 2.

Persiapan tersebut dilanjutkan dengan Try Out 1 dan Try Out 2 secara serentak di Kabupaten Kupang, serta simulasi TKA untuk meningkatkan kesiapan peserta didik menghadapi asesmen.

BACA JUGA  Maraknya Kasus Ilegal Logging di Kabupaten Malaka Mengundang Direktur Lakmas NTT angkat Bicara

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Upaya ini sejalan dengan perhatian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., terhadap pentingnya penguatan kompetensi guru dan peningkatan hasil akademik siswa.

Dalam pemberitaan Universitas Nusa Cendana mengenai persiapan TKA 2026, Ambrosius menegaskan, “Anak-anak NTT itu tidak bodoh. Kualitas mereka bagus, tetapi kita kurang memberikan motivasi dan stimulus bahwa TKA ini sangat penting.”

Ia juga menekankan pentingnya hasil TKA sebagai tolok ukur untuk melihat sejauh mana pembelajaran mendalam (deep learning) berlangsung di satuan pendidikan.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan hasil TKA membutuhkan kerja bersama. Guru perlu terus memperkuat strategi pembelajaran, sekolah harus menyediakan pendampingan yang tepat, dan peserta didik perlu membangun kebiasaan belajar yang konsisten.

BACA JUGA  Jumat Curhat : Kapolsek Tastim Janji Tingkatkan Patroli & Tindak Tegas Pengganggu Kamtibmas

Meski persiapan telah dilakukan, pelaksanaan TKA masih menghadapi tantangan, terutama terkait kestabilan jaringan internet, pasokan listrik, dan kendala teknis lainnya. Karena itu, kesiapan infrastruktur dan koordinasi semua pihak menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran asesmen.

TKA Bukan Sekadar Ujian, tetapi Bekal Masa Depan

Pelaksanaan TKA 2026 diharapkan menghasilkan peningkatan capaian kompetensi peserta didik setelah melalui rangkaian persiapan yang terencana. Lebih dari sekadar memperoleh nilai yang baik, hasil TKA perlu dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pembelajaran dan memperkuat kompetensi siswa.

BACA JUGA  Telah Dibuka Registrasi Akun LTMPT berikut cara-caranya

Bagi peserta didik, penguasaan Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris merupakan bekal penting untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun menghadapi dunia kerja. Namun, masa depan siswa tidak hanya ditentukan oleh hasil asesmen, melainkan juga oleh karakter, kreativitas, keterampilan, dan semangat belajar sepanjang hayat.

Melalui sinergi MKKS, MGMP, sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah, diharapkan pelaksanaan TKA tahun ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Kupang dan Nusa Tenggara Timur.

TKA bukanlah garis akhir, melainkan momentum untuk berbenah, memperkuat kompetensi, dan menyiapkan generasi muda NTT yang cerdas, tangguh, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Facebook Coment

Penulis : Swastisari Yuliarti Oematan

Editor : Del

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peserta BPJS PBI JK Desil 6–10 Diberi Waktu 90 Hari, Ini 3 Langkah yang Harus Dilakukan
Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:08 WITA

Peserta BPJS PBI JK Desil 6–10 Diberi Waktu 90 Hari, Ini 3 Langkah yang Harus Dilakukan

Minggu, 1 November 2026 - 18:54 WITA

SMA di Kabupaten Kupang Bangun Optimisme Tingkatkan Hasil TKA 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru

Berita Terbaru

RD. Ansel Leu

Iman & Gereja

Jubah Putih Kita Telah Dicuci dalam Darah Anak Domba

Minggu, 1 Nov 2026 - 18:23 WITA

error: Content is protected !!