Pulau Semau Mendadak Hilang dari Pandangan: Ada Apa dengan Udara Kabupaten Kupang?

Oleh: Swastisari Y. Oematan*

- Editor

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pulau di Seberang tertutup Kabut Asap

Pulau di Seberang tertutup Kabut Asap

Pemandangan alam dari lingkungan sekolah di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyimpan sebuah cerita tentang perubahan lingkungan yang patut mendapat perhatian. Pulau Semau di seberang sekolah yang biasanya terlihat jelas, pada suatu waktu tidak lagi tampak seperti biasanya karena jarak pandang yang menurun.

Perubahan ini terdokumentasi melalui dua foto: kondisi pemandangan sebelum dan sesudah munculnya udara kabur dalam perjalanan menuju SMAN 2 Kupang Barat. Bagi saya, sebagai pendidik yang menyaksikan perubahan tersebut, ini bukan sekadar persoalan pemandangan, melainkan alasan untuk mempertanyakan kualitas udara yang kita hirup.

BACA JUGA  Membaca Hasil TKA dari Ruang Kelas! Bukan dari Kursi Penilai

Pada 13 Oktober 2026, BMKG melalui Stasiun Meteorologi El Tari Kupang menjelaskan bahwa udara kabur di sejumlah wilayah NTT diduga berkaitan dengan peningkatan asap, dengan kemungkinan pergerakan asap dari arah Papua menuju NTT. Namun, untuk memastikan sumber kabut yang terlihat di Kabupaten Kupang, diperlukan pemeriksaan data arah angin, citra sebaran asap, titik panas, dan kualitas udara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asap kebakaran hutan dan lahan dapat membawa partikel halus seperti PM2.5 yang berisiko mengganggu kesehatan. Karena itu, pemerintah perlu memperkuat pemantauan kualitas udara, menyampaikan informasi kepada masyarakat secara terbuka, serta menyiapkan langkah perlindungan bagi sekolah dan kelompok rentan.

BACA JUGA  Pelaku UMKM dan Masyarakat Sekitar Kota Atambua Sangat Antusias Dengan Adanya Bazar Polres Belu.

Pemerintah Provinsi NTT bersama BMKG, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan pemerintah Kabupaten Kupang perlu memastikan bahwa perubahan kondisi udara ditindaklanjuti dengan data dan langkah nyata. Sekolah juga dapat menjadi pusat edukasi lingkungan, sekaligus memastikan kegiatan belajar berlangsung dengan memperhatikan keselamatan peserta didik.

Dua foto ini menjadi dokumentasi awal yang penting, meskipun belum cukup untuk membuktikan sumber asap ataupun kadar polusi. Pengamatan lapangan perlu dilengkapi dengan data ilmiah agar persoalan ini tidak berhenti sebagai dugaan.

BACA JUGA  Upaya Sederhana Meningkatkan Literasi di Fatuleu Barat

Ketika pulau yang biasanya terlihat dari sekolah menghilang di balik udara kabur, jangan biarkan kepedulian kita terhadap lingkungan ikut menghilang. Udara bersih adalah hak masyarakat dan tanggung jawab kita bersama.

Foto 1. Kondisi sebelum udara kabur

Pemandangan dari Perjalanan menuju SMAN 2 Kupang Barat, ketika pulau Semau di seberang masih terlihat jelas. Foto diambil tanggal 31 Juli 2026

Foto 2. Kondisi sesudah munculnya udara kabur (foto: Doc. Penulis)

Pemandangan dari perjalanan menuju SMAN 2 Kupang Barat. Udara di kejauhan tampak kabur dan jarak pandang terlihat berkurang. Pulau semau tidak terlihat jelas. Foto di ambil tgl 19 Oktober 2026

Facebook Coment

Penulis : Swastisari Y. Oematan

Editor : Maria Faranissa

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Duka Flores, Goyang “Bosan Hala” dan Jebakan Kacamata Hitam Media Sosial
Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi
OPINI: Koperasi di NTT, Menyejahterakan? ATAU?
Korupsi Rampas Hak Rakyat, Forum Guru NTT Ajak Warga Melapor
Kepala Sekolah Bukan Jabatan Permanen: Pemberhentian adalah Corrective Action, Bukan Hukuman
Di Balik Dinamika Pelantikan Pejabat “Tanpa SK” di Kabupaten Kupang
NTT: Kemiskinan yang Dipelihara Sistem
Membaca Hasil TKA dari Ruang Kelas! Bukan dari Kursi Penilai
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:40 WITA

Pulau Semau Mendadak Hilang dari Pandangan: Ada Apa dengan Udara Kabupaten Kupang?

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Duka Flores, Goyang “Bosan Hala” dan Jebakan Kacamata Hitam Media Sosial

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:45 WITA

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:49 WITA

OPINI: Koperasi di NTT, Menyejahterakan? ATAU?

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:43 WITA

Korupsi Rampas Hak Rakyat, Forum Guru NTT Ajak Warga Melapor

Berita Terbaru

Gambar oleh Del Neonub

Iman & Gereja

Renungan Minggu Biasa XXIX: Hak Kaisar dan Hak Allah

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:11 WITA

Foto by Del Neonub

INSPIRASI

Satu Malam di Nauen: Doa, Jamuan, dan Cerita Persaudaraan

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:50 WITA

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

error: Content is protected !!