Iman Sebesar Biji Sesawi: Benarkah Bisa Mengalahkan yang Mustahil?”

Jangan Cari Pujian, Jadilah Hamba!

Iman yang Menguatkan di Jalan Salib

Yesus sering mengajar para rasul-Nya tentang Kerajaan Allah secara khusus, mengenai hal-hal yang Yesus tahu bahwa mereka belum sepenuhnya mengerti. Kadang melalui cerita, ajaran, atau perumpamaan.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan para rasul tentang bahaya penyesatan. Mendengar hal itu, para rasul memohon kepada-Nya:

“Tambahkanlah iman kami!”

Yesus pun menjawab:

“Sekiranya kamu memiliki iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: ‘Terbantunlah engkau ke laut,’ maka pohon itu akan taat kepadamu.”

Apa itu iman? Kitab Ibrani 11:1 menjelaskan:

“Iman adalah dasar dari segala yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Dengan ini, Yesus menunjukkan rahasia kekuatan iman: iman mampu mengubah yang mustahil menjadi mungkin. Bahkan kekuatan alam pun tunduk kepada kuasa iman. Sungguh luar biasa hidup dalam iman!

Perumpamaan tentang Hamba yang Taat

Setelah berbicara tentang ajaran sesat, Yesus melanjutkan pengajaran-Nya dengan perumpamaan tentang seorang hamba yang taat sempurna kepada tuannya.

Seorang hamba sepenuhnya menyerahkan hidupnya kepada kuasa tuannya. Begitu pula seorang murid Kristus: hidupnya harus diserahkan sepenuhnya kepada kehendak Allah.

Yesus sendiri adalah Hamba Allah yang taat dan setia, yang menyerahkan diri-Nya secara utuh kepada rencana Bapa. Ia datang bukan untuk melakukan kehendak-Nya sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus-Nya: menyelamatkan manusia melalui jalan penderitaan dan salib.

Inilah jalan hidup para rasul dan setiap pengikut Kristus. Karena itu Yesus berkata:

“Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: ‘Kami hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.’” (Lukas 17:10)

Artinya, seorang hamba Allah tidak membutuhkan pujian atau penghargaan dari manusia. Sebab Allah Bapa yang melihat di tempat tersembunyi akan memberikan ganjaran berlipat ganda.

Yesus, yang setia dan taat sempurna, akhirnya dimuliakan Bapa melalui kebangkitan-Nya yang jaya. Jalan penderitaan dan salib memang berat, tetapi itulah jalan menuju kemuliaan kekal.

Keluhan Nabi Habakuk

Nabi Habakuk pernah mengeluh kepada Allah dalam penderitaannya. Ia merasa ditinggalkan:

“Berapa lama lagi aku harus berseru kepada-Mu?”

Namun Allah menjawab:

“Orang yang benar akan hidup oleh imannya.” (Habakuk 2:4)

Imanlah yang menjadi dasar perjuangan hidup, apa pun situasinya. Allah selalu menjadi andalan dan penolong kita.

Pesan Iman

  1. Jalan penderitaan dan salib adalah jalan hidup setiap pengikut Kristus. Siapa yang setia akan menerima pahala iman: kemuliaan kekal di surga.
  2. Jalani hidupmu apa pun keadaannya dengan mempercayakan diri sepenuhnya kepada Allah, karena Allah adalah andalan dan penolongmu.

Amin.

Bacaan Liturgi Minggu Biasa ke-27

Habakuk 1:2–3; 2:2–4

Lukas 17:5–10

BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu Biasa X, 09 Juni 2024