Daftar Isi
- 1 Revitalisasi Sekolah dan Insentif Guru: Hadiah HUT RI ke-80 dari Presiden Prabowo
- 1.1 Peningkatan Infrastruktur Pendidikan dan Kesejahteraan Guru Jadi Fokus Pemerintah
- 1.2 Rp16,9 Triliun untuk Renovasi 13.763 Sekolah
- 1.3 Digitalisasi Pendidikan: Interactive Flat Panel (IFP) untuk Sekolah
- 1.4 Insentif Guru dan Beasiswa S1 untuk 12.500 Pendidik
- 1.5 Tunjangan Sertifikasi Guru Kini Dibayarkan Bulanan
- 1.6 Pelatihan Guru: Dari AI hingga STEM
- 1.7 Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Guru Sejahtera
Revitalisasi Sekolah dan Insentif Guru: Hadiah HUT RI ke-80 dari Presiden Prabowo
Peningkatan Infrastruktur Pendidikan dan Kesejahteraan Guru Jadi Fokus Pemerintah
Jakarta, Infopublik – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menghadirkan kado spesial bagi dunia pendidikan nasional. Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah meluncurkan program besar-besaran berupa revitalisasi sekolah dan insentif guru sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri.
Rp16,9 Triliun untuk Renovasi 13.763 Sekolah
Dalam keterangannya usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara (6/8/2025), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp16,9 triliun untuk merenovasi 13.763 sekolah tahun ini. Jumlah tersebut meningkat sebesar 32,4 persen dari tahun sebelumnya.
Selain memperbaiki infrastruktur pendidikan, program ini juga diproyeksikan menyerap lebih dari 422.000 tenaga kerja lokal, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menyediakan lingkungan belajar yang nyaman dan layak bagi siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki kualitas infrastruktur pendidikan demi mendukung pembelajaran yang nyaman dan bermutu,” ujar Abdul Mu’ti.
Digitalisasi Pendidikan: Interactive Flat Panel (IFP) untuk Sekolah
Seiring dengan era digital, Kemendikdasmen juga menggulirkan program digitalisasi pendidikan. Salah satu inovasinya adalah penyediaan Interactive Flat Panel (IFP), perangkat layar sentuh canggih untuk mendukung metode pembelajaran interaktif dan inovatif di kelas.
Insentif Guru dan Beasiswa S1 untuk 12.500 Pendidik
Komitmen pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan guru juga tampak dari pemberian insentif pendidikan bagi 12.500 guru untuk menempuh pendidikan S1 melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini tersebar di 112 perguruan tinggi dengan total anggaran Rp37,5 miliar.
Sementara itu, sebanyak 341.248 guru honorer telah menerima insentif Rp300.000 per bulan selama tujuh bulan, dengan realisasi anggaran mencapai 85 persen atau sekitar Rp716 miliar. Selain itu, 253.407 guru PAUD non-formal juga memperoleh Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah.
Tunjangan Sertifikasi Guru Kini Dibayarkan Bulanan
Mulai Maret 2025, pemerintah mengubah sistem pembayaran tunjangan sertifikasi guru yang sebelumnya dilakukan setiap tiga bulan, menjadi bulanan langsung ke rekening guru. Hingga 5 Agustus 2025, realisasi transfer tunjangan telah mencapai 97,4 persen—mendekati target nasional.
Pelatihan Guru: Dari AI hingga STEM
Untuk memperkuat kompetensi guru, Kemendikdasmen meluncurkan berbagai program pelatihan guru di bidang deep learning, coding, kecerdasan buatan (AI), bimbingan konseling, kepemimpinan sekolah, hingga pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, Math).
Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Guru Sejahtera
Menutup pernyataannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa kemajuan pendidikan nasional bergantung pada kualitas dan kesejahteraan guru. Ia menyampaikan apresiasi kepada para guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Pendidikan akan kian maju di tangan guru yang bermutu dan sejahtera,” pungkasnya.







