Tidak Lulus Seleksi Guru PPPK, Kepsek SMPN. Rinbesihat – Belu, Dinilai Bagaikan Kacang Lupa Kulit

- Editor

Rabu, 5 April 2023 - 02:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua, News.Matatimot-Net : Hasil calon guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2022 di Kabupaten Belu ternyata meninggalkan masalah.

Hal itu menjadi nyata setelah aksi para tokoh pendiri dan juga beberapa tokoh tuan tanah SMP Halibesin, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu melakukan protes kepada kepala sekolah (kepsek) dan guru senior yang diketahui turut melakukan penilaian dalam seleksi terkait kinerja dan juga kompetensi peserta PPPK dari sekolah tersebut tidak fair.

Para guru yang berasal dari Desa Rinbesihat dan sudah mengabdi belasan tahun sejak berdirinya SMPN Halibesin yang turut ikut dalam seleksi PPPK dinyatakan tidak lulus, sedangkan beberapa guru yang baru mengabdi beberapa tahun terakhir dan berdomisili di luar Desa Rinbesihat dinyatakan lulus dalam seleksi.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Dengan wajah memerah menahan emosi Gregorius Ulu selalu Sekertaris Komite dalam acara klarifikasi persoalan penilaian kepala sekolah dan guru senior yang diselenggarakan di Aula Laboratorium SMPN Halibesin, Senin (3/04/2023) mengungkapkan kekecewaannya.

“Sebagai salah satu tokoh pendiri SMPN Halibesin yang saya ingat persis adalah bahwa tujuan utama sekolah ini dibangun yakni untuk meminimalisir pengangguran dan mengurangi angka buta huruf di desa ini. Jelas Goris

BACA JUGA  Terkait Penyelundupan 6,8 Ton Pupuk Bersubsidi ke Timor Leste, Ini Yang Sedang Dilakukan Penyidik Polres Belu

Ketik mengetahui bahwa bapak kepala sekolah dan guru senior yang juga turut menentukan kelulusan dari seleksi anak-anak kami, saya merasa sangat kecewa dan terpukul.

Bagaimana tidak, anak-anak kami yang saya tahu sejak dari sekolah ini di bangun dengan niat baik dan sukarela mau mengajar adik-adik mereka di sini sudah belasan tahun ternyata tidak ada satu pun yang lulus. Apakah mereka terlalu bodok. Atau? Tapi kalau mereka bodok, kenapa lulusan dari sekolah ini banyak yang sudah sukses? Ini aneh.” ungkap tokoh yang akrab disapa dengan nama Goris itu.

Goris Ulu juga meminta agar Kepsek selaku pemimpin harus bisa mampu melayani dengan hati dan merangkul dengan kasih bukan memecah belah.

“ Saya minta kepala sekolah selaku pemimpin harus bisa mampu melayani dan merangkul semua anak-anak kami yang mengabdi di sekolah ini. Melayani dan merangkul dengan apa? Ya melayani dengan hati dan merangkul dengan kasih.” Kata Goris

BACA JUGA  Miris, Sudah Sekian Tahun Menghuni Di Gubuk Reot Seorang Diri. Ini Yang Disampaikan Plt.Dinas Sosial Kabupaten Belu

Selain Goris Ulu, ada pun tokoh masyarakat, tokoh pendiri dan sekaligus pemilik lahan SMPN Halibesin yakni Maria Moy juga mengaku kecewa.

“Sebagai pemilik lahan yang telah dengan sukarela menyerahkan lahan ini kepada masyarakat untuk didirikan gedung sekolah saya rasa kecewa.

Kami orang kecil yang punya harapan besar untuk masa depan anak-anak kami. Tapi harapan itu seakan sia-sia lantaran anak dan adik kami yang selama ini telah mengabdi lama dan telah bersusah paya dari nol membesarkan sekolah ini, nasib mereka yang sebenarnya bisa berubah melalui mekanisme seleksi guru PPPK yang kami tahu sebagian besar ditentukan oleh kepala sekolah dan guru senior akhirnya pupus. Kami kecewa. Bapak kepsek dan guru senior buta mata dan buta hati.” Ucap Maria Moy dengan air mata

Maria Moy juga mengatakan bahwa, Vincentius Nahak, S. Pd, M. Hum selaku kepsek telah menjadi kacang yang lupa kulit.

“Bapa datang semua sudah siap. Ada gedung, ada murid ada guru. Bapa datang tinggal makan. Makan sampai kenyang di sini. Kenyang sampai lupa anak- anak kami. Kasihan. Kepsek, kau memang terlalu.” Kata Maria

BACA JUGA  Hitungan Jam, Tim Buser Polres Belu Menangkap Satu Tersangka Persetubuhan Anak Dibawah Umur

Maria meminta agar kepsek lebih tahu diri, tahu tempat, tahu bahwa dia punya anak dan punya hati.

“ Sebagai orang tua, saya tidak mau omong banyak, karena dari wajah kelihatan kemunafikan bapak kepsek. Bapak, sebagai orang tua saya minta agar bapak ke depan lebih tahu diri, tahu tempat dan yang lebih penting adalah tahu juga bahwa bapak kepsek punya anak dan punya hati.

Karena dengan hati kita tidak menjadi orang mewariskan kepada anak-anak kita suatu yang buruk dan jahat. Karena dengan hati pendidikan akan mewariskan nilai-nilai yang bermutu. Ingat itu.” Ungkap Maria dengan nada tinggi.

Untuk diketahui, turut hadir dalam proses klarifikasi persoalan penilaian kepala sekolah dan guru senior yang diselenggarakan di Aula Laboratorium SMPN Halibesin yakni Sekertaris Dinas P dan K Kabupaten Belu, Sekertaris Camat Tasifeto Barat, Babinpol Desa Rinbesihat, Babinsa Desa Rinbesihat, Kepala Desa (PJ) Desa Rinbesihat, tokoh pendiri SMPN Halibesin, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan masyarakat Desa Rinbesihat.

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

Minggu Biasa XVIII

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

Gambar dokumentasi dan olahan matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

Gambar dibuat dengan GeminiAI (prompt oleh del neonub)

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

error: Content is protected !!