Pilkades di Malaka, Panitia diminta Transparan

- Editor

Selasa, 29 November 2022 - 07:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panitia Seleksi Kabupaten Diminta Untuk Transparan Soal Hasil Seleksi Pembobotan Bakal Calon.

Malaka – news.matatimor.net Seleksi Pembobotan Bakal Calon Pemilihan Kepala Desa Serentak Periode 2022/2028 sejauh ini masih menuai kontroversi dari bakal calon dan masyarakat (Pendukung).

Mereka, pendukung menilai bahwa hasil seleksi yang dilakukan oleh panitia seleksi di tingkat Kabupaten tidak transparan.

Seperti yang terjadi di desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur pada Selasa 29 November 2022, sesuai pantauan media ini, Salah satu

Bakal Calon Desa, atas nama : Agustinus Nana dengan masa pendukung nya mendatangi kantor desa Numponi untuk menolak hasil penetapan panitia desa hari ini.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

BACA JUGA  Negara Hadir Lewat Pasokan Listrik PLN, Warga 2 Desa Terpencil di NTT Kini Makin Produktif

Penolakan itu karena

mereka menilai bahwa hasil penetapan ini tidak sesuai prosedur pelaksanaan pemilihan kepala serentak di kabupaten Malaka.

Agutinus Nana, saat ditemui media ini mengatakan, dirinya menghargai setiap proses pelaksanaan pemilihan yang dilaksanakan oleh panitia baik di tingkat desa maupun di tingkat kabupaten, katanya.

“Saya menghargai setiap proses dan tahapan Pilkades serentak 2022 ini. Tetapi saya merasa dirugikan, karena tidak ada informasi atau pengumuman hasil pembobotan,” Jelas Balon yang akrab disapa Gusti ini.

Gusti pun meminta agar panitia kabupaten harus mengumumkan hasil seleksi Pembobotan tersebut.

“Seharusnya panitia kabupaten mengumumkan hasil seleksi itu, soal siapa yang nilainya tertinggi dan besar bobot point yang diperoleh setiap bakal calon kepala desa,” Pintanya.

Hal senada disampaikan oleh Agustinus Hane, Salah satu perwakilan pemuda dari keenam suku besar di desa Numponi.

Agustinus menilai bahwa, hasil seleksi Pembobotan ini dilakukan secara tertutup oleh panitia pelaksana di tingkat kabupaten. Sehingga sejauh ini dirinya dan keluarga besar tidak mendapatkan hasil seleksi tersebut.

“Kami keluarga besar 6 Suku di Desa Numponi merasa tidak puas dengan hasil penetapan karena hasil seleksi Pembobotan tidak diumumkan oleh panitia kabupaten maupun panitia desa. Ada pun ke-6 suku besar tersebut ialah suku Timsasi, Suku Uma Dou, Suku Ainaro, Suku Akunut, Suku Kabitan dan Suku Beimata” tuturnya.

Aksi penolakan ini pun telah diadukan ke panitia melalui pernyataan tertulis dan tanda tangan dari para Kepala Suku tersebut.

Sementara itu,

Jaemi Batista De Deus, Kepala Suku Ainaro meminta agar surat pernyataan Penolakan Hasil Penetapan yang telah diberikan kepada panitia desa hari ini.

“Surat itu, aspirasi kami masyarakat,” Kata Jaemi.

Jaemi pun meminta agar panitia pelaksana pemilihan kepala Desa di desa Numponi bertanggung jawab untuk mengawal surat pernyataan Penolakan hasil penetapan agar sampai ke Panitia pelaksana di tingkat Kabupaten.

BACA JUGA  Tanpa SK Pemberhentian dari Bupati Belu, Oknum BPD ini Diduga Sebagai Pelaksana Proyek DD.

“Jadi, saya atas Nama Kepala Suku Ainaro, Minta agar panitia di desa harus kawal kami punya surat supaya surat bisa sampai panitia kabupaten”
(Theodorus)

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:54 WITA

Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

Gambar dokumentasi dan olahan matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

Gambar dibuat dengan GeminiAI (prompt oleh del neonub)

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

Grafis oleh matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari

Sabtu, 4 Jul 2026 - 07:54 WITA

error: Content is protected !!