10 Sekolah di Ambon Fokus Terapkan Muatan Lokal Musik

- Editorial Staff

Minggu, 15 Mei 2022 - 23:42 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

10 Sekolah di Ambon Fokus Terapkan Kurikulum Muatan Lokal Musik

Sebanyak 10 (Sepuluh) sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) di Kota Ambon menjadi fokus penerapan kurikulum muatan lokal wajib pendidikan musik.

“Sebanyak 10 sekolah itu ada di 10 destinasi wisata musik di kota Ambon. Sebagai upaya terobosan untuk empertahankan ekosistem musik pada kota musik dunia” kata tim kurikulum muatan lokal wajib pendidikan musik kota Ambon, Pamela Mercy Papilaya, Minggu

Pamela mengatakan alat musik tradisional ditetapkan dalam kurikulum muatan lokal tingkat SD yakni tifa, suling bambu, rebana dan ukulele.

Sedangkan untuk SMP yakni tifa, suling bambu, rebana, ukulele, totobuang, dan hawaiian

“kurikulum yang disiapkan dirancang ideal mungkin untuk menjawab kebutuhan musik Kota Ambon sebagai kota kreatif berbasis musik” katanya.

Ia menjelaskan, kurikulum mulok musik yang disusun tim telah memasuki tahun kedua pelaksanaan dan harus dilakukan pelatihan peningkatan bagi para pengajar.

Upaya tersebut dilakukan karena tenaga pengajar musik yang memiliki kualifikasi pendidikan hanya satu orang, sedangkan lainnya otodidak sehingga harus dilakukan peningkatan kapasitas, tambahnya.

Para guru katanya, akan dilatih membuat perangkat persiapan pembelajaran yakni menyusun bahan ajar, menyusun lembar kerja peserta didik, dan evaluasi pembelajaran agar memiliki kompetensi profesionalisme yakni kemampuan pedagogik yang berkualitas.

“selain itu dilakukan pendalaman materi dan pembelajaran inovasi, sehingga siswa bisa berkreasi dan pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, tetapi ke siswa” ujarnya

Ia menambahkan, Pemkot Ambon juga akan melakukan penambahan alat musik sesuai konsentrasi musik di setiap lokasi.

“kita akan bagi sesuai konsentrasi musik, misalnya ukulele, rebana, suling bambu dan lainnya, karena setiap sekolah memunyai ikon tersendiri, tetapi dalam kurikulum musik, akan diajarkan seluruh alat musik tradisional” katanya (ANTARANEWS)

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Berita Terkait

Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup
Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:43 WITA

Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026

Minggu, 13 September 2026 - 19:37 WITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Sabtu, 5 September 2026 - 07:38 WITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Berita Terbaru

BERITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:37 WITA

Iman & Gereja

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 08:08 WITA

BERITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Sabtu, 5 Sep 2026 - 07:38 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version