Tuhan Tidak Menciptakan Sampah!

Ingatlah bahwa hanya anak-anak yang bahagia yang akan mampu membahagiakan orang lain, yang mampu mengubah planet bumi ini menjadi tempat yang lebih baik.

- Editor

Rabu, 3 September 2025 - 00:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bersama anak-anak SMAN 2 Fatuleu Barat di Jalan Pulang dari sekolah

Bersama anak-anak SMAN 2 Fatuleu Barat di Jalan Pulang dari sekolah

Membangun Citra Diri yang Positif

Kita dibesarkan dalam kondisi yang lebih banyak menciptakan citra diri negatif. Hinaan, kritikan, cap, hukuman, tuntutan, kemarahan, dan rasa takut lebih banyak mewarnai proses pendidikan kita daripada pujian, dukungan, hadiah, penerimaan, sukacita, dan pengampunan.

Akibatnya, kita tidak mampu menghargai diri sendiri dan sekaligus tidak mampu menghargai orang lain. Dalam kubangan krisis harga diri tersebut, ungkapan “Tuhan tidak menciptakan Sampah” benar-benar menjadi pencerah untuk mampu keluar dari jebakan yang menjerat pertumbuhan kita.

BACA JUGA  Guru yang Baik dan Guru yang Mengagumkan

Bagi saya, “Tuhan tidak Menciptakan Sampah” bukan sekadar kata-kata. Kalimat ini, kalau mau dibilang, adalah cara baru dalam membangun hubungan pergaulan dan hidup dengan orang lain. Saya melihat bahwa pribadi saya berharga. Saya melihat bahwa setiap pribadi itu berharga. Tidak ada lagi anak jahat, anak cacat, anak nakal, anak bodoh. Itu sih bagi saya… tapi gampang-gampang susah!

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisah Thomas Edison: Dari Anak Sulit Menjadi Penemu Hebat

Kita sedang dan selalu menggunakan listrik. Listrik ini adalah penemuan Thomas Edison. Guru-guru mengecap dia sebagai anak yang “sulit dididik”. Ia nyaris tidak menyelesaikan pendidikan di Sekolah Dasar, karena kenakalannya. Namun berkat ibunya yang selalu bersikap positif terhadap anaknya, menerima dia apa adanya, dan tekun memberi semangat, akhirnya potensi yang diabaikan oleh para guru tumbuh dan menghasilkan buah bagi kehidupan, menerangi dunia ini.

BACA JUGA  Download RPP Agama Katolik Kelas 7 SMP

Jadi, ibundanya yakin bahwa “Tuhan tidak menciptakan Sampah” dalam pendidikan putranya. Ia percaya bahwa Tuhan menciptakan benih yang berharga bagi kehidupan. Tugasnya sebagai orangtua adalah membiarkan benih itu bertumbuh, dan merawatnya dengan sabar dan penuh cinta kasih.

Potret Buram Pendidikan Anak

Saya ajak kita sekalian untuk tetap memakai kacamata baru dengan merek “TTMS” – Tuhan Tidak Menciptakan Sampah – untuk melihat praktik pendidikan yang pernah anda sendiri dapatkan di sekolah hingga sekarang ini.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Sakramen, Satu Keluarga, dan Sejuta Sukacita di Minggu Biasa Ke-30
25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu
Satu Malam di Nauen: Doa, Jamuan, dan Cerita Persaudaraan
Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Duka Flores, Goyang “Bosan Hala” dan Jebakan Kacamata Hitam Media Sosial
Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:57 WITA

Tiga Sakramen, Satu Keluarga, dan Sejuta Sukacita di Minggu Biasa Ke-30

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:52 WITA

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:50 WITA

Satu Malam di Nauen: Doa, Jamuan, dan Cerita Persaudaraan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!