Pemda Belu Dinilai tak hiraukan korban kebakaran di Desa Manleten – Tastim

- Editor

Minggu, 5 Desember 2021 - 10:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belu – matatimor.net – Korban kebakaran rumah yang terjadi di Dusun Halifunan, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim), Kabupaten Belu – Nusa Tenggara Timur, Pada Tanggal 30 Oktober 2021 lalu, hingga kini, belum mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Desa setempat maupun Pemerintah Kabupaten Belu.

Demikian informasi yang dihimpun tim media ini, Sabtu 04 Desember 2021 ketika turun langsung ke lokasi kejadian. Maria Yulita Soi anak kandung dari Yasinta Lawa (seorang janda) korban kebakaran rumah yang terjadi akhir Oktober lalu, saat dijumpai tim media ini di lokasi kejadian RT.04/RW.02. Dusun Halifunan, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu,NTT, menyampaikan keluhan mereka yang dialami saat ini.

Maria Yulita Soi, meminta agar Pemerintah Daerah Belu dapat membantu mereka untuk membangun kembali rumah darurat agar bisa dihuni karena saat ini dalam kondisi hujan. Maria Yulita Soi yang memunyai dua orang anak balita masing-masing tiga (3) tahun dan anak dua 0,2 tahun ini, sangat mengharapkan uluran tangan dari berbagai pihak karena saat ini dirinya dan suami bersama kedua orang anak serta Ibu kandungnya (Yasinta Lawa) hanya tidur berdindingkan terpal dan berlaskan tikar untuk bisa beristirahat (tidur, red) di depan teras rumah tetangga.

BACA JUGA  Konsumen di Belu Kecewa dengan Pelayanan J&T

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lokasi Kebakaran, di Desa Manleten – Kecamatan Tasifeto Timur – Kabupaten Belu – Nusa Tenggara Timur

“Waktu rumah kebakaran kami tidak ada di rumah, dan ketika pulang rumah sudah habis dilahap api, sekarang Pemerintah juga tidak membantu kami, saat kejadian Pemerintah datang katanya mau membantu kami dalam waktu satu minggu tetapi hingga saat ini Pemerintah belum membantu kami,” keluh Yulita Soi dengan wajah sedih.

Ia melanjutkan bahwa rumah mereka habis dilahap api tanpa mengeluarkan barang dalam rumah, sedangkan saat ini mereka (korban, red) hanya mengharapkan bantuan seadanya dari masyarakat terdekat yang membawa bantuan berupa sembako, uang, serta perabot rumah tangga. Adapun beberapa uluran tangan dari Anggota DPRD Bernardimus Taek, dan Agus Pinto, serta dari Kelompok Organisasi THS-THM yang saat ini memberikan bantuan.

Barang-barang berharga yang habis dilahap api berupa enam (6) buah kain tenun yang dengan harga Rp.600.000 per unit, benang tenunan, uang sebanyak Rp. 2.500.000 ( Dua juta lima ratus ribu). Ada pula dokumen lainnya berupa Kartu Keluarga, KTP, Raport anak sekolah, serta semua perabot rumah tangga dan pakaian rumah, ada pula satu ekor babi.

BACA JUGA  Revitalisasi Sekolah dan Insentif Guru: Hadiah HUT RI ke-80 dari Presiden Prabowo

Terpisah, Kristian J. Roni Seran Kepala Desa Manleten ketika dijumpai tim media ini di rumahnya. (Sabtu, 04/12/2021). Menyampaikan bahwa sejak kejadian kebakaran rumah milik korban Yasinta Lawa diduga akibat arus pendek listrik.

Merunur Kades Kristian, dari pihak Desa Manleten telah melakukan tindakan berupa laporan ke Pemerintah Kabupaten Belu cq Dinas terkait yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Belu dan Dinas Sosial Kabupaten Belu.

Kristian melanjutkan bahwa dana penanggulangan bencana atau dana tak terduga di Desa Manleten yang dipimpinnya ini tidak tersedia.

“Kita dari Desa sendiri mengenai dengan dana penanganan bencana seperti itu tidak ada, jadi kita tidak bisa menyiapkan,” terang Kristian.

Kristian menambahkan, bisa saja Pemerintah Desa (Manleten) menanggulangi bantuan untuk korban kebakaran itu, akan tetapi semuanya baru bisa direalisasikan tahun berikutnya.

BACA JUGA  Lapas Atambua Bersama Kanim Atambua Gelar Upacara & Syukur HUT Kemenkumham RI Ke-78.

“Apabila dari tingkat Pemda tidak bisa merespon, maka dari Desa bisa-bisa saja sih, tetapi dalam tahun anggaran berikut. Hal itu apabila dana BLT covid-19 telah tiada. Sebab, jika masih ada dana BLT covid-19 maka dari Desa kesulitan dana untuk bangun rumah buat korban kebakaran yang berjumlah tiga unit rumah di Desa Manleten,” tambahnya.

Kades Kristian juga berharap agar dari Pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Belu bisa dengan secepatnya merespon korban musibah kebakaran tersebut.

“Pemerintah Desa sangat mengharapkan karena kejadian ini menjadi perhatian kita bersama, terlebih Pemda Belu, ketika ada bencana seperti ini yah Pemda yang memiliki dana besar jadi harus cepat tanggap, karena saat ini dalam kondisi hujan apalagi korban juga tergolong masyarakat ekonomi lemah, jadi jika mau membangun kembali rumah seperti semula kelihatannya sedikit sulit jikalau dari Pemda tidak mengambil sesuatu terobosan,” harap Kristian. (*)

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SIAP-SIAP! BSU Rp900 Ribu Cair Kuartal IV 2026, Ini 4 Kriteria Pekerja Penerimanya
Logo Hari Guru Nasional 2026 Resmi: Makna, Filosofi Warna, dan Link Download
Peserta BPJS PBI JK Desil 6–10 Diberi Waktu 90 Hari, Ini 3 Langkah yang Harus Dilakukan
SMA di Kabupaten Kupang Bangun Optimisme Tingkatkan Hasil TKA 2026
Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:24 WITA

SIAP-SIAP! BSU Rp900 Ribu Cair Kuartal IV 2026, Ini 4 Kriteria Pekerja Penerimanya

Senin, 2 November 2026 - 22:20 WITA

Logo Hari Guru Nasional 2026 Resmi: Makna, Filosofi Warna, dan Link Download

Minggu, 1 November 2026 - 20:08 WITA

Peserta BPJS PBI JK Desil 6–10 Diberi Waktu 90 Hari, Ini 3 Langkah yang Harus Dilakukan

Minggu, 1 November 2026 - 18:54 WITA

SMA di Kabupaten Kupang Bangun Optimisme Tingkatkan Hasil TKA 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Berita Terbaru

RD. Ansel Leu

Iman & Gereja

Jubah Putih Kita Telah Dicuci dalam Darah Anak Domba

Minggu, 1 Nov 2026 - 18:23 WITA

error: Content is protected !!