Indonesia Berpeluang Jadi Produsen Mobil Listrik Dunia

- Editor

Kamis, 23 Februari 2023 - 06:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – matatimor.net – Integrasi hasil penambangan berbagai sumber daya mineral yang dimiliki, diyakini mampu menjadikan Indonesia sebagai produsen mobil listrik dunia.

Kekayaan mineral yang dimaksud antara lain nikel, timah, tembaga, dan bauksit. 

“Kita memiliki semua komponen yang dibutuhkan mobil listrik ada semuanya di Indonesia,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika membuka Muktamar XVIII Pemuda Muhammadiyah di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Rabu (22/2/2023). 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Indonesia, lanjut Presiden, telah mendeteksi keberadaan sumber daya mineral tersebut yang melimpah di sejumlah wilayah. Seperti sumber daya mineral nikel yang berada di Sulawesi, timah yang banyak di Sumbawa dan Papua. 

BACA JUGA  Selain Menyekolahkan, Rumah Sebastianus Fahik Diterangi Kapolres Belu Dalam Waktu Sehari

Kemudian, timah yang bisa didapatkan di daerah Bangka Belitung. Dan Bauksit ada di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau. 

“Semuanya bisa diintegrasikan menjadi komponen kendaraan listrik terutama baterainya, sehingga membuat ekosistem yang lebih besar lagi, itu semua negara akan membutuhkan,” jelas Presiden Jokowi. 

Dalam mendukung hal tersebut, Presiden Jokowi secara bertahap akan melakukan pelarangan ekspor mentah sumber daya mineral itu. Pemerintah dalam beberapa waktu lalu, telah melarang untuk ekspor mentah sumber daya mineral Nikel.

Sumber daya alam berikutnya yang segera dilarang melakukan ekspor mentah bijih bauksit. Rencananya pada hal itu akan diberlakukan pada pertengahan tahun atau sekitar Juni 2023 mendatang. 

BACA JUGA  Jabat Kapolres Belu, AKBP Richo Simanjuntak Minta Dukungan Pemerintah, TNI dan Seluruh Stake Holder di Belu

“Setelah nikel kita setop 2020, bauksit kita setop nanti pertengahan tahun ini, setop,” kata Presiden. 

Presiden menjelaskan, dengan menghentikan ekspor mentah bahan baku mineral di atas, pihaknya tengah melakukan kebijakan hilirisasi industri. Bahan mentah tersebut, akan diolah menjadi barang jadi maupun setengah jadi. Supaya, mampu memberikan nilai nambah yang signifikan terhadap pendapatan negara kelak. 

Potensi nilai tambah yang mampu Indonesia dapat dari nikel yang diolah menjadi EV Battery dapat memberikan nilai tambah hingga mencapai 67 kali dibandingkan di ekspor mentah. 

Bauksit dapat diolah menjadi panel surya. Jadi, memberikan nilai tambah pada pendapatan negara mencapai 194 kali dibandingkan bahan tersebut diekspor secara mentah. 

BACA JUGA  Konsumen di Belu Kecewa dengan Pelayanan J&T

Tembaga dapat diolah menjadi elektro motor yang mampu memberikan nilai tambah pada pendapatan negara mencapai 77 kali dibandingkan bahan tersebut diekspor secara mentah atau tanpa diolah.

Timah dapat diolah menjadi PBC yang yang mampu memberikan nilai tambah pada pendapatan negara mencapai 69 kali dibandingkan bahan tersebut diekspor secara mentah atau tanpa diolah.

“Sekarang ini, contoh peluang industri kalau kita melakukan hilirisasi. Mau kita terus-teruskan kita ekspor bahan mentah? Ndak, setop,” pungkas Presiden. 

 Foto: Tangkapan Layar BPMI Setpres

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 11:43 WITA

Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Sabtu, 26 September 2026 - 10:25 WITA

Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI

Berita Terbaru

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!