Peluang Kerja Konten Kreatif semakin Terbuka setelah Migrasi ke TV Digital

- Editor

Jumat, 8 Juli 2022 - 05:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MataTimorNews – InfoPublik  Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Stafsus Menkominfo) Bidang Komunikasi Politik, Philip Gobang, mengatakan, migrasi ke televisi (TV) digital melalui program penghentian siaran analog atau Analog Switch Off (ASO) semakin membuka peluang kerja sektor kreatif di berbagai daerah.

“Migrasi ke TV digital itu karena dia membuka peluang akan munculnya konten-konten kreatif, maka kesempatan ini juga akan menyerap banyak tenaga kerja kreatif,” ujar Stafsus Menkominfo dalam Webinar Bimtek Penggunaan Penerapan Perangkat TV Digital dan Set Top Box dalam Menghadapai Pelaksanaan ASO bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo, yang berlangsung secara virtual dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, pada Kamis (7/7/2022).

Webinar Bimtek dihadiri Kepala Dinas Kominfo Provinsi Gorontalo Masran Rauf; Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Gorontalo Wahyudin Katili; Ketua KPID Gorontalo Saprin Saifi; Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Kominfo Sukamto; dan Content Creator Rio Tamthama.

BACA JUGA  Lawan Distorsi Informasi, Media Internasional Desak Transparansi Raksasa AI

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Menurut Stafsus Phillip Gobang, peluang penyerapan sektor kreatif itu terjadi karena akan ada banyak kanal siaran TV digital yang membutuhkan beragam konten, termasuk dari siaran televisi digital lokal.

Peluang pembuat konten kreatif pasca diberlakukan ASO ini diharapkan bisa menumbuhkan industri kreatif baru di berbagai daerah. 

“Maka peralihan ke siaran TV digital tentu saja akan mendorong pertumbuhan industri kreatif di masyarakat. Juga migrasi televisi analog ke digital memberikan manfaat ataupun keuntungan siaran, salah satunya terkait dengan peningkatan kualitas penyiaran,” jelasnya. 

BACA JUGA  Alvian, Korban Lakalantas di Tasbar Meninggal Dunia

Lebih lanjut Stafsus Phillip Gobang menjelaskan, migrasi ke siaran TV digital juga akan mendorong keberagaman atau diversifikasi konten siaran yang berpotensi memunculkan konten-konten edukatif, kreatif, dan variatif dari industri penyiaran dalam negeri.

Dengan demikian, program ASO dinilai akan lebih banyak memberikan manfaat kepada masyarakat, selain menampilkan siaran dengan kualitas gambar yang bersih dan suara jernih dengan teknologi canggih.

“Hal-hal inilah yang kemudian menjadi pertimbangan karena memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, juga tentu saja terkait dengan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi di 700 megahertz (Mhz),” katanya.

BACA JUGA  Sijukkot, Herbal Kaya Manfaat dari Tanah Toba

Program ASO, lanjutnya, merupakan salah satu bentuk pelaksanaan arahan Presiden Joko Widodo terkait transformasi digital yang merupakan solusi cepat dan strategis untuk membawa Indonesia menuju masa depan.

Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo) dipastikan terus berupaya mewujudkan kedaulatan dan kemandirian digital yang menjadi prinsip penting dalam pelaksanaan transformasi digital di Indonesia. 

“Apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden menegaskan perhatian yang sangat penting pada saat ini, yaitu melakukan segala upaya untuk memastikan transformasi digital berjalan di seluruh tanah air. Salah satunya, tentu saja terkait dengan migrasi siaran televisi analog ke digital,” pungkasnya.

Foto: Zoom/webinar

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

Minggu Biasa XVIII

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

Gambar dokumentasi dan olahan matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

Gambar dibuat dengan GeminiAI (prompt oleh del neonub)

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

error: Content is protected !!