MENGUMPULKAN HARTA KEKAYAAN DI HADAPAN ALLAH

Kotbah Katolik Minggu Biasa XVIII Oleh Rm. Chris Taus - Paroki Santa Helena Lili - Camplong - Keuskupan Agung Kupang

- Editorial Staff

Jumat, 1 Agustus 2025 - 22:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harta kekayaan adalah pemberian Tuhan semata. Harta kekayaan adalah berkat rejeki Tuhan, bukti Tuhan tetap setia pelihara hidup kita. Maka hendaknya kita terima dengan penuh syukur dan menggunakannya secara baik dan benar. Berkat rejeki Tuhan berbeda bagi setiap orang. Karena itu menjadi rahasia kemurahan hati Tuhan.
Pada sisi yang lain, harta kekayaan/warisan bisa merusak persaudaraan seperti: irihati, benci, balas dendam dan permusuhan.

Hal lebih buruk buruk orang bersifat TAMAK atau Rakus. Orang melekat kan diri semata pada harta kekayaan.
Hal ini menjadi sorotan pengajaran Yesus dalam Injil minggu ini, kisahnya demikian. Ada seseorang yang minta kepada Yesus untuk minta saudaranya berbagi warisan harta kekayaan dengan dia. Tapi Yesus menolak permintaan ini, karena Yesus ingin agar orang itu mencari akar persoalannya yaitu bahwa mereka harus saling mengasihi sebagai saudara dan tahu bahwa nilai harta kekayaan itu adalah milik mereka. Maka itu mereka tidak perlu bertengkar. Karena mereka adalah satu saudara.

BACA JUGA  Pergilah dan Jangan Berbuat Dosa Lagi!

Meskipun demikian Yesus tetap pergunakan kesempatan itu untuk menyampaikan ajaranNya perihal bahaya dari ketamakan atau kerakusan. Sikap lekatkan diri kuat-kuat pada harta kekayaan.
Untuk ini Yesus menyampaikan ajarannya dalam perumpamaan tentang PETANI KAYA YANG BODOH dan kisah ceritanya kita tahu. Singkat cerita pada seorang petani, banyak hasil kebunnya, dia buat lumbung besar dan simpan hasilnya. Setelah semua beres. Ia berkata dalam hati bersenang-senang saja. Karena hartanya banyak.
Tetapi Firman Tuhan datang kepadanya. Hai orang bodoh pada malam ini juga jiwamu diambil darimu dan bagi siapakah nanti apa telah engkau sediakan ini?

BACA JUGA  Kotbah Katolik Hari Minggu Biasa XIX

Petani kaya itu bodoh karena ia melihat hartanya sebagai TUJUAN HIDUP. Ia lupa bahwa sebenarnya dari kehidupan manusia adalah bukan mengumpulkan baginya harta di dunia, tetapi MENGUMPULKAN HARTA KEKAYAAN DI HADAPAN ALLAH. Karena harta kekayaan tidak menjamin jalan keselamatan menuju Allah

PESAN IMAN

  1. Hendaknya setiap murid pengikut Kristus mengambil sikap baru terhadap harta kekayaan agar harta kekayaan mengantar orang masuk kedalam kerajaan Allah.
  2. Tetap berusaha, biar miskin harta kekayaan, tetapi hendaknya kaya di hadapan Allah. Amen.
BACA JUGA  Kotbah Katolik Minggu 23 Oktober 2022, Minggu Biasa XXX

MINGGU BIASA XVIII
Pengktbah,1,2,2,21-23
Luk,12,13-21

Facebook Coment

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV
Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah
Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan
“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja
Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman
​Doa, Iman, dan Kuasa yang Meredakan Badai Hidup
Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 13:12 WITA

Ketika Kemurahan Hati Tuhan Dianggap Tidak Adil: Renungan Minggu Biasa XXV

Sabtu, 12 September 2026 - 08:08 WITA

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Mengikuti Yesus: Jalan Salib Menuju Mahkota Kemuliaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:32 WITA

“Siapakah Aku Ini?” – Pengakuan Petrus dan Dasar Iman Gereja

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:36 WITA

Maria Diangkat ke Surga: Tanda Harapan bagi Umat Beriman

Berita Terbaru

BERITA

19 Tim Ramaikan Turnamen Voli Milenial Cup I Desa Kalali

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:37 WITA

Iman & Gereja

Mengampuni Tanpa Batas: Jalan Menuju Damai dan Belaskasih Allah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 08:08 WITA

BERITA

Saling Menegur dalam Kasih: Jalan Menuju Kesucian Hidup

Sabtu, 5 Sep 2026 - 07:38 WITA

error: Content is protected !!