Setelah Dua Tahun Rumahnya Dilahap Si Jago Merah, Kini Korban Kebakaran Rumah Di Belu Terlunta-Lunta Mencari Hunian Baru

- Editor

Kamis, 23 Maret 2023 - 12:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atambua, News.Matatimor – Net : Sejak 30 Oktober 2021 lalu, setelah rumahnya ludes dilahap si jago merah, Kini korban tak lagi memiliki hunian yang tetap.

Yasinta Lawa (47) tahun, yang berada tepatnya di Dusun Halifunan, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Propinsi NTT ini kini merana tanpa tempat hunian baru.

Beberapa kali wanita paruh baya ini harus berpindah rumah, hanya untuk sekedar berteduh dan melanjutkan hidupnya, yang juga sebagai tulang punggung bagi tiga orang anak dan satu orang cucu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah rumahnya ludes terbakar pada dua tahun lalu, hingga saat ini tidak ada satu tindakan apapun baik dari Pemerintah Desa maupun Kabupaten.

BACA JUGA  Puisi || Del Neonub

Korban beberapa kali menempati rumah tetangga, namun tidak begitu lama setelah pemilik rumah yang sebelumnya sedang merantau kembali untuk menempatinya.

Usai dari itu, Korban harus mencari lagi rumah baru untuk ditempati, tepat pada Kamis 23/03/2023 lagi-lagi rumah yang ditempati akan segera direnovasi oleh pemiliknya sehingga Yasinta dengan terpaksa bersama anak dan cucunya harus mencari lagi tempat hunian yang baru.

Hali ini membuat korban harus meminta tolong kepada salah satu pemilik rumah, yang juga saat ini sedang berada di rantauan untuk bisa di jadikan tempat tinggal sementara

BACA JUGA  Sertijab, Kapolres Belu AKBP Yosep Krisbianto, S.I.K.,Serahkan Tongkat Komando Kepada AKBP Richo Nataldo Devallas Simanjuntak

Terhitung hingga saat ini, sudah tiga kali yasinta berpindah rumah akibat belum memiliki hunian sendiri.

Kepada media ini, Yasinta dengan penuh rasa sedih mengutarakan kalau saat ini rumah ketiga yang akan ditempatinya itu, pemiliknya sedang berada di rantauan sehingga ia (Korban-red) meminta tolong untuk bisa menghuni sementara waktu.

“Kami sudah pindah yang ke 3 kali dengan ini, saya mau bangun rumah pun tidak punya biaya, apalagi saya seorang janda, dan untuk mendapatkan makanan saja sangat susah, apalagi saya mau bangunkan rumah,

Jadi harapan kami semoga pemerintah bisa membantu kami dengan memberikan bantuan, berupa rumah biarpun sederhana asal itu menjadi milik sendiri.

BACA JUGA  Basilika Lateran: Induk Segala Gereja, Tanda Persatuan Iman Katolik

Apalagi anak – anak 2 orang masih sekolah, saya hanya bisa tenun dan menjadi buru harian, agar bisa membeli beras untuk kebutuhan sehari-hari. .Pinta Yasinta

Sebelumnya, beberapa kali media ini telah mengkomfirmasi dengan pihak Desa Manleten maupun dinas PUPR Kabupaten Belu, namun jawabannya yang sama yaitu keterbatasan anggaran.

Rupanya keterbatasan anggaran mengakibatkan korban bersama anak dan cucunya beberapa kali harus terlunta-lunta mencari rumah baru setelah rumah yang ditempatinya di ambil kembali oleh pemiliknya.

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”
Paus Leo XIV di UNESCO, Perdamaian, Pendidikan, dan Martabat Manusia di Era AI
Kadis Pendidikan NTT Apresiasi Inovasi MKKS SMA Kabupaten Kupang Hadapi TKA 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Rabu, 30 September 2026 - 06:09 WITA

Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Senin, 28 September 2026 - 05:09 WITA

Paus Leo XIV di Paris: “Tak Seorang Pun Hanya Sebuah Angka”

Berita Terbaru

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!