Ini Tujuh Dosa Besar Pendidik

- Editor

Minggu, 8 Oktober 2017 - 14:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

berikut tujuh dosa besar yg dilakukan pendidik yang saya rangkum dari berbagai sumber
1. Menegur di depan umum
Menegur seseorang di depan umum adalah dosa besar pertama pendidikan. Seorang pendidik seharusnya tidak pernah membuka cela seseorang-bagaimanapun jeleknya-di depan orang lain. Hal ini akan menciptakan rasa malu dan trauma yang kompleks serta sulit diatasi.  (Seorang putrid yang kegemukan di panggil hai si gendut. Prestasinya yang gemilang langsung melorot dan tak bisa diatasi lagi karena ia mogok belajar dan menolak semua bentuk pelajaran).

2. Memperlihatkan otoritas secara agresif
            
Suatu hari, ketika merasa tidak senang dengan reaksi agresif ayanya, seorang anak laki-laki meninggikan suara terhadap ayahnya. Ayahnya, yang merasa dipicu kemarahannya, memukul anak itu. Dia menyruh anaknya tidak pernah berbicara seperti itu lagi. Dia berteriak bahwa dia adalah pemilik rumah itu dan telah membiayayi sang anak. Ayah memaksakan kekuasaan dengan kekerasan. Dia mendapatkan ketakutan sang anak kepadanya, namun ia kehilangan cintanya untuk selamanya.
            Kita semua pernah berlaku berlebihan di depan anak. Namun yang terpenting adalah arah yang kita berikan pada kesalahan itu mesti jelas.
3. Mengkritik secara berlebihan: Menghambat masa kanak-kanak
            
Jangan mengkritik secara berlebihan. Jangan membandingkan anak dengan temannya. Setiap anak adalah makluk unik di panggung kehidupan. Perbandingan hanya mendidik jika bias merangsang dan bukan merendahkan. Berikan anak memiliki pengalaman sendiri, bahkan jika hal ini melibatkan resiko, kegagalan, tindak bodoh, dan penderitaan tertentu.  Tanpa hal itu, mereka tidak akan menemukan jalan mereka sendiri.

4. Menghukum ketika anda marah dan membuat batasan tanpa penjelasan
            
Hukuman fisik harus dihindari. Jika pemukulan terjadi, sebaiknya hanya bersifat simbolik dan harus diikuti dengan penjelasan. Bukan sakitnya pukulan yang merangsang kecerdasan anak atau remaja. Cara terbaik untuk membantu mereka adalah dengan membuat mereka merenungkan sikap, menjelajahi diri, dan belajar cara menjadi lebih berempati.
            Jangan pernah menetapkan batasan tanpa memberikan penjelasan.Ini adalah salah satu dosa besar yang mumu dilakukan oleh para pendidi, baik orangtua maupun guru. Saat mara, emosi yang tinggi memblokir ruang memori. Kita jadi kehilangan akal sehat. Stop! Tunggu sampai emosi anda turun. Untuk mendidik, pertama-tama gunakan keheningan dan kemudian pikiran.

5. Menjadi tidak sabar dan putus asa dalam mendidik
            
Kisah seorang remaja yang menjadi sumber keributan  di kelas. Dewan guru sudah memutuskan untuk mengeluarkannya dari sekolah. Namun suatu waktu didekati oleh seorang guru muda. Diajak minum es. Berceritera tentang keluarga, maka akar persoalannya ada di keluarga. Setelah ia berceritera ia jadi baik sekali dan menjadi anak yang paling dikagumi di sekolah.
            Jadi remaja-remaja yang kini paling mengecewakan anda mungkin akan menjadi  seorang yang paling kebahagiaan tersebasr bagi anda di masa depan. Yang perlu dilakukan ialah mencoba memahami mereka.

6. Tidak menepati kata-kata
            
Ada seoarang ibu yang tidak berani mengatakan “tidak” kepada anak-anaknya. Karena ia tidak mau mengecewakan anaknya. Namun ia tidak selalu bias melakukan hal itu, dan untuk menghindari konflik, dia membuat janji-janji yang tidak dapat dipenuhinya.
            Ibu itu tidak tahu bahwa kekesewaan adalah hal yang penting dalam proses pembentukan kepribadian.</d iv>

            Ibu yang selalu menipu anaknya kehilangan rasa hormat dari anaknya kepadanya.
            Kepercayaan adalah gedung yang dibangun dengan susah payah, mudah dirobohkan, tetapi sangat sulit dibangun kemabali.

7. Menghancurkan harapan dan impian
            
Dosa terbesar para pendidik adalah menghancurkan impian kaum muda. Tanpa harapan ini, tidak ada jalan, tanpa harapan tidak ada semangat untuk berjalan. Langit boleh roboh menimpa kepada seseorang; dia mungkin kehilangan segalanya dalam hidup, tetapi jika mempunyai harapan dan impian, dia akan mempunyai sinar di mata dan kegembiraan dalam jiwa.
            Seorang bapak yang hebat di Universitas, serius dan sukses sebagai mahasiswa. Ia juga sukses dalam profesinya, akan tetapi ketika anaknya terlibat pengkonsumsi narkotik, ia tidak sabar. Dia tidak bias menerima kekecewaan yang paling kecil.
            Sikap ayah ini membuat anaknya makin terpuruk. Orangtua ini memblokir lagi harapan anaknya. Bahwa anak ini tidak akan menjadi apa-apa lagi. Orangtua ini menghancurkan harapan anaknya.
(dari berbagai sumber)
Facebook Coment
BACA JUGA  Ini Pesan Paus Fransiskus kepada Para Guru (Katolik)
Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO
SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek
Duka Flores, Goyang “Bosan Hala” dan Jebakan Kacamata Hitam Media Sosial
Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi
Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
OPINI: Koperasi di NTT, Menyejahterakan? ATAU?
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WITA

SMA Efata Sulamu Klarifikasi Video Viral, Tiga Siswa Jalani Pembinaan di Polsek

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Duka Flores, Goyang “Bosan Hala” dan Jebakan Kacamata Hitam Media Sosial

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:45 WITA

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Senin, 1 Juni 2026 - 10:47 WITA

Dari Konten ke Pewartaan: Misi Komsos Menjangkau Dunia

Berita Terbaru

Gambar oleh Komsos Sta. Helena

Iman & Gereja

Undangan Perjamuan Tuhan dan Kesiapan Hati Kita

Sabtu, 10 Okt 2026 - 07:31 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY amankan 1.820 liter solar dalam dua dugaan upaya penyelundupan di perbatasan RI–Timor Leste, Kabupaten Belu, NTT.

BERITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Jumat, 9 Okt 2026 - 09:50 WITA

Gambar Olahan Komisi Komunikasi Sosial Paroki Sta. Helena Camplong

Iman & Gereja

Kebun Anggur Tuhan dan Buah Kehidupan yang Diharapkan-Nya

Sabtu, 3 Okt 2026 - 07:05 WITA

Gambar dihasilkan dengan Kecerdasan Buatan (ChatGPT)

PENDIDIKAN

Modul Belajar Mandiri Uji Pemetaan Kompetensi Guru BINDO

Kamis, 1 Okt 2026 - 10:36 WITA

error: Content is protected !!