Renungan Katolik Rabu 02 November 2022

- Editor

Selasa, 1 November 2022 - 10:23 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Oleh RD Jhon Chris Taus

Sebagai manusia kita akan mengalami kematian. Apa yang terjadi sesudah kematian, tidak seorangpun yang tahu.

Tetapi Tuhan menjanjikan kehidupan sesudah kematian. Pada sisi yg lain,kita tetap mati sebagai orang berdosa.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

MURAH! Hubungi 08113810024

Mungkin kita mati dlm keadaan dosa, entah dosa berat atau dosa ringan. Maka dogma gereja katolik mengajarkan, bahwa karena kita mati sebagai orang BERDOSA, maka kita butuh penyucian diri dalam darah anak domba dalam api penyucian.

Tuhan sendiri mengikuti proses ini dengan menjadi manusia sama dengan kita dalam segala hal kecuali dalan hal dosa.

Dalam proses penyucian diri ini akhirnya :

  • Ada yang masuk surga yaitu mereka yang mati dalam keadaan Rahmat menjadi santu atau Santa. Pestanya 1 November.
  • Ada yang di api penyucian yaitu mereka yang mati dalam keadaan dosa ringan dan masih butuh penyucian diri dalam darah anak domba.
  • Ada yang masuk api neraka yaitu mereka yang mati dalam keadaan dosa berat karena menutup hati dan diri dengan sikap kepala batu keras kepala, tegar hati dan tengkuk terhadap tawaran Rahmat BELASKASIH dan pengampunan dari Allah .

Gereja mewajibkan kita yang masih hidup dan berziarah di dunia ini untuk mendoakan mereka yang masih berada di api penyucian. Khususnya dalam misa arwah setiap tanggal November.

Dalam doa-dia kita mohon Rahmat balaskasih dan pengampunan dari Allah proses penyucian diri ini segera berakhir dan mereka boleh bergabung dengan pera org Kudus di surga.

Tentang api penyucian, Satu-satu teks yang merujuk tentang Api penyucian ialah Surat Paulus kepada umat Ibrani. 1:3.

SETELAH MENGADAKAN PENYUCIAN DOSA, Ia duduk di sebelah kanan Allah yang maha besar di tempat yang tggi.

Jadi semua orang yang selamat, harus menycikan diri dalam darah anak domba. Maka surga neraka dan api penyucian TIDAK MERUJUK PADA TEMPAT, TETAPI MERUJUK PADA PROSES MANUSIA DIPERSATUKAN DENGAN ALLAH YANG KUDUS DAN ILAHI.

Dan dalam proses ini, Yesuslah yang menerima tugas dari Allah Bapa untuk menyatukan manusia dengan Allah yang Kudus dan ilahi itu.

Artinya soal selamat masuk surga, neraka dan api penyucian Yesuslah yang memegang kuasa penuh dan KUNCI KERAJAAN ALLAH.

Maka Yesuslah yang menjadi tokoh utama dalam seluruh tata sejarah keselamatan Allah.

Marilah kita doakan saudara-sausara kita yang masih berada di api penyucian, agar Tuhan melepaskan mereka dari segala dosanya dan mereka boleh bergbahagia dengan para Kudus di surga. Amen.

Peringatan Arwah jiwa-jiwa di api penyucian, 2 November.

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita
Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari
Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:11 WITA

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:48 WITA

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version