Renungan Katolik Minggu 30/10/2022

- Editor

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 20:02 WITA

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Salah satu pengalaman yang membuat kita tertekan adalah pengalaman telah melakukan kesalahan atau dosa yang telah diketahui orang lain. Kita selalu merasa dibayang-bayangi rasa bersalah atau berdosa.

Oleh Rd. Jhon Chris Taus – Paroki Sta. Helena Camplong

Setiap orang punya cerita masa lalu. Ada pengalaman yang menyenangkan, tetapi ada juga yg menyakitkan.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

MURAH! Hubungi 08113810024

Yang menyenangkan : kita senang dan happy, yang menyakitkan : kita merasa down, kurang PD (percaya diri) dan tertekan.

Salah satu pengalaman yang membuat kita tertekan adalah pengalaman telah melakukan kesalahan atau dosa yang telah diketahui orang lain. Kita selalu merasa dibayang-bayangi rasa bersalah atau berdosa.

Padahal Tuhan tetap mencintai semua orang. Siapa saja termasuk orang-orang berdosa.

Tuhan membenci dosa tetapi TUHAN MENCINTAI ORANG BERDOSA.

Mengapa demikian?!!
Kitab Kebijaksanaan memberi jawabannya bahwa dalam sejarah keselamatan ALLAH TELAH MENYATAKAN DIRI SEBAGAI ALLAH YANG PENGASIH DAN PENYAYANG.

Allah berbelas kasih terhadap semua orang, termasuk orang-orang berdosa, Karena kita adalah milik ciptaanNya (Keb,11,26).

Injil kisahkan kepada kita tentang Zakeus, salah satu tokoh, yang bangkit dari masa lalunya yang suram dan mau bertobat.

Zakeus seorang pemungut cukai, yang berbadan pendek dan kaya. Masyarakat Yahudi menjauhinya karena Zakeus adalah seorang koruptor dan pengkhianat bangsa karena ia berpihak pada pemerintah Romawi.

Namun seiring berjalannya waktu, Zakeus punya keinginan untjk bertemu dengan Yesus, karena Zakeus mendengar ceritera bahwa Yesus bergaul dekat dengan orang-orang berdosa, termasuk para pemungut cukai.

Keinginan itu terpenuhi, saat Ia tahu kalau Yesus datang memasuki kota Yerikho, salah satu kota tua yang terkenal.

Dengan modal kerinduan untuk bertemu dengan Yesus, Zakeus menerobos kerumunan orang banyak dan berlari memanjat pohon Ara hanya untuk melihat orang apakah Yesus itu.

Ketika Yesus lewat di situ, Ia melihat Zakeus, dan berkata : Zakeus, segera turun karena Aku harus menumpang di rumahmu dan Zakeus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

Karena saking gembiranya, Zakeus berdiri dan berkata kepada Tuhan : Tuhan, setengah dari milikku, akan kuberikan kepada orang-orang miskin, dan sekiranya ada yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan 4x lipat.

Lalu kata Yesus : hari ini telah terjadi keselamatan bagi rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

Tuhan mengampuni Zakeus orang berdosa.

Zakeus adalah contoh sukacita orang berdosa yang bertobat, yang diterima kembali oleh Allah.

Kita juga adalah Zakeus Zakeus yang punya masa lalu yang suram, sebagai orang berdosa, tetapi Tuhan mengasihi kita.

Tuhan hanya ingin kita rendah hati dan bertobat seperti Zakeus. Amen

Minggu Biasa 31
Keb. 11:22-12,2
Luk. 19:1-10

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah
Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII
Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas
Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita
Menemukan Kedamaian yang Hilang di Tengah Hidup Sehari-hari
Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Panggilan Menuju Kekudusan dan Ganjaran Melimpah dari Allah
Menghadapi Ketakutan dengan Kuasa dan Pemeliharaan Ilahi
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:47 WITA

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:11 WITA

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:48 WITA

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Berita Terbaru

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

error: Content is protected !!
Exit mobile version