PN Atambua Lakukan Pemeriksaan Setempat di Batas RI-RDTL

- Editor

Kamis, 27 Oktober 2022 - 09:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PN Atambua Melakukan Pemeriksaan Setempat di RI-RDTL dan dikawal ketat oleh Polsek Tastim.

Lahan milik Lusia funan yang berada tepat di belakang terminal perlintasan antar kedua negara RI-RDTL di dusun Beilaka, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur diduga telah dirampas oleh Maria Imelda Kolo (MIK) selaku tergugat.

Tidak ingin hak atas tanah yang berukuran kurang lebih 2 Ha tersebut dirampas oleh MIK, LF melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Atambua untuk mencari keadilan dan hak atas tanah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi gugatan tersebut PN Atambua gelar pemeriksaan setempat (PS) di lokasi guna memastikan kebenaran dan keberadaan obyek perkara dan dihadiri oleh masing-masing kuasa hukum dari pihak penggugat dan terggugat dan dikawal ketat oleh Kapolsek Tastim dan anggota yang tergabung dari Pos Pol Mota Ain, pada Rabu,26/10/2022.

BACA JUGA  Kelulusan SMA di NTT tahun 2022 : 99,65 Persen

Menurut Kuasa Hukum Lusia Funan (Penggugat), MA PUTRA DAPATALU,SH dan FERDI PEGHO,SH, lahan yang menjadi perkara itu adalah milik LF yang pada awal mulanya dihibahkan oleh ketua Suku Manulain kepada Barnabas Metak (Alm) selaku suami Lusia Funan untuk dikelola dan di kuasainya.

“Sejak tahun 1984 lahan tersebut dihibahkan oleh Kepala suku Manulain kepada Barnabas Metak untuk dikelola dan dikuasainya hingga 1997. Dan pada tahun 1999 Barnabas Metak meninggal dunia dan selanjutnya dikelola oleh istri LF istri sah alm. BM hingga tahun 2003, namun karena faktor usia yang mengakibatkan Lusia Funan sakit-sakitan sehingga lahan tersebut tidak lagi dikelola sehingga 2017 dengan diam-diam keluarga dari Barnabas Metak bersama BPN melakukan pengukuran hingga mengadakan sertifikat tanpa sepengetahuan LF” Ujar Putera, salah satu pengacara muda asal Belu ini.

BACA JUGA  STIKUM Prof. Dr. Yohanes Usfunan, SH.,MH Raih Akreditasi BAIK

Putera pun berharap yang mulia majelis dapat memproses sesuai hukum dan kebenaran serta keadilan bagi perkara perdata yang saat ini berjalan sehingga klienya dapat memperoleh apa yang menjadi haknya.

Kepada awak media ini, Majelis PN Atambua Yunus de Sejeli yang dikomfirmasi usai PS dan menurutnya Pemeriksaan setempat tersebut guna memastikan kebenaran dan keberadaan lahan yang diperkarakan itu.

“Pemeriksaan setempat ini merupakan bagian dari persidangan guna memastikan kebenaran dan keberadaan juga batas-batas dan luas lahan yang ada sesuai gugatan dan ini bukan untuk memutuskan siapa yang kalah dan siapa yang menang”

Lanjutnya, “pembuktian lebih lanjut nanti ada bukti surat, saksi-saksi hingga kesimpulan dan putusan” tutup Yunus.

Kapolsek Tasifeto Timur Ipda Mahrim , SH, bersama anggota gabungan baik dari Polsek maupun pos pol Batas Mota Ain yang berjumlah 10 orang, kepada media ini juga mengatakan pengaman dan pengawalan itu sudah menjadi bagian dan tanggung jawabnya untuk memberi dan memastikan keamanan kepada semua pihak yang hadir saat itu.

BACA JUGA  Polres Belu Tetapkan 2 Tersangka Pelaku Penikaman di Desa Naitimu

“Saya bersama anggota yang hadir disini untuk menjamin keamanan dan ketertiban bagi semua pihak baik itu dari, Pengadilan, BPN, penggugat, tergugat dan masyarakat sekitar yang hadir di lokasi ini dan selanjutnya itu hak pengadilan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku” tutup Mahrim.

Turut hadir majelis Pengadilan Negeri Atambua, BPN selaku turut tergugat, masing-masing penggugat dan tergugat bersama kuasa hukumnya, saksi-saksi, pemerintah desa setempat dan pihak keamanan (Polsek Tastim dan Pos Pol Mota Ain)EW

Facebook Coment

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu
Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu
Gereja Lama Tak Lagi Memadai, Umat di Oepoli Berjuang Bangun Rumah Ibadah Baru
40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan
Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu
Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai
Menarik Tali Bersama, Menarik Harapan untuk Rumah Ibadah di GMIT Betel Oelusapi – Fatuleu Barat
Tema Komunikasi Sosial Sedunia 2027: Cara Pandang Baru di Era Clickbait
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:49 WITA

Belunews.com Terpilih Jadi Sampel Survei BPS Kabupaten Belu

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Satgas Pamtas Pos Nunura Gagalkan Dugaan Penyelundupan Solar di Belu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:46 WITA

40 Tahun Imamat Romo Chris Taus, Uskup Agung Kupang: Imamat Adalah Rahmat dan Kesetiaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Satgas Yonarhanud 14/PWY Amankan 1.820 Liter Solar di Belu

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:39 WITA

Dari Kapela Sto. Yoseph Sublele, Ziarah Arca Bunda Maria Paroki Santa Helena Camplong Dimulai

Berita Terbaru

Iman & Gereja

Hukum Kasih: Inti Ajaran Yesus dan Pedoman Hidup Orang Kristiani

Sabtu, 24 Okt 2026 - 10:31 WITA

Pater Frans Lackner & Rd. Ama Kolo Imam Perdana dari Pulau Sabu

Iman & Gereja

25 Tahun Imamat Ama Kolo, Imam Pertama dari Pulau Sabu

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:52 WITA

error: Content is protected !!