Menulis yang bingung

INSPIRASI, OPINI85 Dilihat

Menulis yang bingung atau bingung yang menulis? matatimor mari kita mulai bingung bersama. Entah kemana, dan harus memulai dari mana. Saya telah sampai pada titik di mana fokus belum berarti sebuah kewajiban. Bingung dan selalu saja bingung. Un tuk itu, mungkin tak perlu harus memaksa pikiran untuk merangkai kata.

Kita cukup bicara, apa adanya. Jangan ada plintir antara kita, hingga banyak diplomasi. Sebagian orang berusaha untuk memberi keterangan dengan iya. Tidak? mungkin kurang jelas apa yang harus aku tulis di sini. Terserah. Yang baca pun bingung, tak mengerti apa yang tertulis. Sebab, yang menulispun penuh dengan kebinungan.

Selanjutnya mari kita mulai menelusuri apa sesungguhnya keinginan manusia itu sendiri. Hingga kita Terus berkelana dan mencari-cari sesuatu di tengah hiruk pikuk dunia. Sebaiknya kita Bersemedi? bertapa? berdoa? berlutut? Segera menyerahkan seluruhnya kepada Yang Kuasa? Boleh. Ada baiknya Sesekali ambil waktu hening.

Baca Juga  Tiga hari di Nusa Bungtilu, BOABLINGIN! (1)

Menyendiri, berpasrah pada Sang Khalik. Kesemuaan kehidupan manusia adalah sia-sia. Namun kesia-siaan itu mesti kita isi. Dengan berbagai laku. Agar Hidup yang sia-sia itu tak terus saja menjadi tak berarti. Dalam kesia-siaan itu, ada serpihan harapan. Harapan yang tak pernah pupus, terus mencoba berlangkah.

Melangkah dalam serpihan rindu. Sesekali tertunduk malu. lalu pergi, dari keramaian. Ah….aku bingung. Apa yang mesti kutulis di sini? Ini aku. Padamu aku berserah. dengan sega kekurangan yang ada pada diriku.

Baca Juga  Analisis Makna Tuturan Lisan Natoni Masyarakat Dawan | Bagian 1

Amin ? Menulis yang lagi bingung !

Tinggalkan Balasan