a Love Story by : Amelia Q

- Editor

Minggu, 26 Januari 2020 - 04:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ego yang Nyaris Membunuh Rasa

Karya : Amelia Q

Sejak sekian lama hubungan kasih ini kita jalin banyak hal –hal kecil selalu memicu kesalahpahaman hingga sering terjadi pertengkaran yang membuat kita berpikir untuk mengakhiri segalanya.

Ego kita membutakan hati nurani dan meredam gejolak cinta yang pernah tersulut di dalam hati dan pikiran kita.

PASANG IKLAN ANDA DI SINI!

ads

MURAH! Hubungi 08113810024

Seringkali kesalahpahaman juga pertengkaran terjadi, akal kita masih mencari jalan keluar menemukan titik temu agar hubungan kita tetap bertahan dan lebih baik.

Kita terus berusaha agar menjadikan pertengkaran ini sebagai pelangi yang memperindah jalinan kasih kita.

BACA JUGA  Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI SMKN Wini Melalui Perogram Baca 15 Menit

Namun, ego dalam diri dan ketidakdewasaan kita menerima kekurangan masing-masing terus memicu api pertengkaran bahkan semakin hari semakin tak terkendali.

Hingga ego kita menyeret kita untuk menyerah pada hubungan yang tak lagi bermuara pada kebaikan karena hilangnya rasa saling percaya diantara kita hingga hal-hal sepele menjadi masalah berat yang tak pernah berakhir.

Perselisihan, pertengkaran selalu saja mewarnai kebersamaan kita.

Cinta yang dulu menyatukan kita berganti dengan amarah yang memaksa hati kita saling menjauh tanpa mengakhiri jalinan kasih diantara kita.

Kita mulai berkutat dengan ego dan hidup masing-masing. Kita merasa asing satu sama lain dan meskipun hubungan telah terjalin begitu lama tetap saja tak juga membantu kita menemukan kembali rindu dihati kita, bahkan tanpa kita sadari ada hal terbaik dalam hubungan kita yang pernah menjadi bagian terindah mulai memudar dari hubungan kita karena ego.

BACA JUGA  PEREMPUANKU “EVA” YANG GILA | Drama Satu Babak

Sesungguhnya tanpa kita sadari juga sebenarnya perasaan cinta kita semakin kuat karena perbedaan dan pertengkaran namun lagi-lagi ego menjadi alasan yang membutakan mata hati kita melihat dan merasakan cinta yang terselubung dalam perbedaan.

Ya…seharusnya ini tidak terjadi. Seharusnya kita dapat melalui semua ini atas nama cinta tapi kita masih terus bertahan dengan ego yang membuat hubungan kita semakin rumit.

BACA JUGA  Aku adalah Masa dan Waktu | Puisi Heronimus Bani

Pada saat yang sama dalam keraguan hati akan hubungan ini, kita semakin jauh terpisah raga dan perasaan. Disaat waktu dan keadaan memisahkan kita semakin jauh, kita masih sibuk berkutik dengan ego kita sendiri. Kita semakin terlena dengan kesendirian hingga hampir melupakan hubungan kita bahkan hanya untuk saling bertanya kabarpun terasa enggan untuk dilakukan. Serasa lucu dan tak berkualitas lagi perasaan kita.
AQ

Facebook Coment

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel matatimor.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN
Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti
Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi
Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya
Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong
Seruan Pastoral KWI: “Bangkit Bersama dalam Pengharapan” di Tengah Krisis Bangsa
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Keluarga Diminta Jadi Benteng Utama
Guru Non-ASN Tak Perlu Cemas, Kemendikdasmen Beri Jaminan Keberlanjutan Tugas
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:03 WITA

Paus Tunjuk Mgr. Walter Erbì sebagai Nunsius Apostolik untuk Indonesia dan ASEAN

Senin, 29 Juni 2026 - 20:16 WITA

Jejak Iman Sejak 1942: Uskup Agung Kupang Disambut Adat Lamaholot pada HUT ke-30 Paroki Pariti

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:20 WITA

Pemerintah Peringatkan Bahaya Ilusi Algoritma Saat Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Senin, 1 Juni 2026 - 08:49 WITA

Lengkap! 45 Butir Pancasila dan Contoh Pengamalannya

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:04 WITA

Rayakan Pentakosta, Komunitas Pasutri ME Tanggung Koor di Paroki Sta. Helena Camplong

Berita Terbaru

Minggu Biasa XVIII

KOTBAH & RENUNGAN

Mukjizat Kelimpahan: Dari Hati yang Tergerak Hingga Berkat yang Melimpah

Sabtu, 1 Agu 2026 - 16:16 WITA

KOTBAH & RENUNGAN

Menemukan Harta yang Tak Ternilai: Renungan Minggu Biasa XVII

Sabtu, 25 Jul 2026 - 08:47 WITA

Gambar dokumentasi dan olahan matatimor.net

KOTBAH & RENUNGAN

Gandum dan Lalang: Meneladani Kesabaran Allah yang Tanpa Batas

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:11 WITA

Gambar dibuat dengan GeminiAI (prompt oleh del neonub)

OPINI

Final Piala Dunia 2026: Takdir Sejarah vs. Kekuatan Devosi

Kamis, 16 Jul 2026 - 06:45 WITA

Foto oleh matatimor

KOTBAH & RENUNGAN

Kekuatan Sabda Allah dan Tanggung Jawab Iman Kita

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:48 WITA

error: Content is protected !!